Hijab
Assalamu'alaikum :)
Aku mau menulis tentang pengalamanku berhijab. Banyak sekali yang meminta aku bercerita mengenai hal ini. Hoho ayo kita mulai!
Pertanyaan pertama:
"Kenapa sih yen memutuskan memakai hijab tiba-tiba?"
Bisa dibilang tiba-tiba, bisa juga enggak. Aku memutuskan untuk memakai hijab setelah berpikir berkali-kali. Ada banyak orang yang bilang, alasan mereka memakai hijab karena sudah bertemu dengan hidayah. Aku sendiri gak tau hidayah sebenarnya itu seperti apa. Waktu itu aku memutuskan memakai hijab karena ingin aja, gak tau kenapa. Mungkin sudah saatnya, pikirku waktu itu. Mungkin itu yang namanya hidayah? Aku juga enggak tau.
Mungkin banyak orang yang gak menyangka dengan keputusanku yang terbilang cepat ini, karena memang sehari-hari aku bukan tipe orang yang begitu religius, biasa aja, bahkan waktu SMP, hari Jumat aja aku gak betah pakai jilbab, karena emang temen-temen juga kebanyakan gitu sih, alhasil jilbab cuma ditenteng di tangan dan dipakai kalau ketemu guru-guru killer, kemudian dilepas lagi, sayang, padahal itu buat latihan, sehari jangan dilepas, buat hari Jumat doang, ternyata bandel aja tetep.
Aku berhijab sudah sekitar tiga tahun. Pertama kali aku memakai hijab itu hari pertama MPLS, ada beberapa yang bilang, "Kamu pakai jilbab gara-gara keterima di 2 ya? Itu nazar ya?" Aku mau meluruskan dengan selurus-lurusnya. Aku gak pernah bernazar karena hal itu. Menurutku, memakai hijab adalah sebuah kewajiban semua perempuan muslim. Jadi sama sekali aku gak menjadikan ini sebagai nazar. Kalau aku gak keterima di 2, aku gak akan memakai hijab dong? Masuk 2 atau enggak, aku akan tetap memakai hijab, karena itu sudah niat utamaku.
Pertanyaan kedua
"Rasanya pakai hijab gimana? Kan gerah? Gak enak."
Memang. Pada awalnya. Aku enggak menyangkal pernyataan itu. Gerah. Gak nyaman. Tapi lama kelamaan, entah sulap atau sihir, aku sudah mulai terbiasa, bahkan setiap kali gerah juga gak begitu aku permasalahkan. Lebih ajaib, aku merasa nyaman, adem malah. Soalnya orang lain kepanasan, kepala kita ada yang lindungin hooo (tetep ya cari untung). Coba aja sendiri deh seharian, buat latihan adik-adik. :))
Pertanyaan ketiga
"Kalau tiba-tiba berhijab gitu, kita harus banyak beli pakaian baru yang panjang? Keluar uang lagi dong?"
Aku juga dulu sempet bingung. Bingung banget. Karena pakaian yang aku punya kebanyakan berlengan pendek, celana panjang pun jeans semua. Bingung memang, apalagi buat mix and match baju yang ada biar kita berhijab dengan baju yang kita punya aja. Caranya gampang! Beli outerwear sebanyak-banyaknya HAHAHA gak juga sih, beli aja beberapa, jadi kita masih bisa pakai baju berlengan pendek kita ditutupi pakai outerwear yang lucu-lucu, lebih baik cardigan atau outerwear yang berbahan ringan sih, biar gak terlihat berat aja, tergantung acara dan selera juga sih hoho. Jadi, mau pakai hijab gak usah ribet kan? Pakai aja yang ada, selanjutnya ya, nyicil-nyicil deh beli baju panjang.
Pernyataan sih ini, "Orang berhijab itu kuno."
Nggak. Nggak sama sekali. Asal kita bisa pinter-pinter aja buat berpakaian, asal sesuai aturan ya. Walau sampai sekarang aku belum berhijab secara syar'i. Tapi insya Allah... Aku sudah ada keinginan untuk nyicil-nyicil mulai pakai hijab dengan benar, longgar, menutup dada. Aku juga masih dalam tahap belajar. :)
Pertanyaan kelima
"Yang penting kan hatinya dulu yang baik, kalau berhijab tapi kelakuannya masih gitu-gitu aja, gimana?"
Hahahaha ini pernyataan yang sering orang bilang, banyak banget yang bilang hal ini, membuat orang yang ingin berhijab jadi agak ragu. Iya gak? Awalnya aku juga gitu, aku merasa belum cukup pantas buat berhijab, karena hijab yang kita pakai bikin kita pegang tanggung jawab besar buat menjaga perilaku dan lisan kita. Jadi, anggapan di atas, menurutku, keliru ya. Karena pada hakikatnya perempuan berhijab juga manusia, bisa berbuat salah, gak ada yang sempurna. Sayangnya, banyak orang menilai kalau yang berhijab itu manusia tanpa dosa, jadi sekalinya berbuat salah itu dianggap sok baik. Enggak. Bukan karena aku berhijab, jadi kesannya memihak hahaha enggak kok. Aku juga memang gak begitu religius, ibadahku juga jauh dari sempurna, tapi yang aku rasakan adalah, setelah memakai hijab, aku mulai pelan-pelan menghindari kesalahan. Pokoknya, setelah pakai hijab kalian bakal pikir-pikir dulu kalau mau melakukan sesuatu, benar apa salah. Selebihnya tergantung pada pribadi masing-masing ya! Aku sih ngerasanya gitu, lebih sering meminimalisir hal-hal yang menurutku salah.
Pertanyaan keenam
"Ngapain pakai hijab buru-buru? Nanti aja kalau udah ibu-ibu."
Banyak yang menganggap hijab membatasi aktivitas kita, membatasi banyak hal. Banyak yang masih ingin seneng-seneng dengan belum memakai hijab. Ini balik ke masing-masing lagi ya. Aku gak ingin terkesan kalau memakai hijab itu paksaan, walau pada kenyataannya hukumnya memang wajib, dan wajib itu memang harus dilakukan.
Aku juga sempat berpikir untuk berhijab nanti setelah aku menjadi istri orang, baru aku menutup auratku. Tapi dipikir-pikir, niat baik yang sudah ada sayang juga untuk ditunda. Takut keburu berubah pikiran, kan lama lagi.
Jangan jadikan hijab sebagai penghalang kita buat ngelakuin banyak hal pokoknya, sekarang yang sudah berhijab banyak kok, jadi ya seru kan rame-rame. (lah apaan *abaikan*)
Pertanyaan ketujuh
"Apa godaan setelah berhijab?"
Banyak! Banyaaak banget! Jangan dikira kita adem-adem aja setelah berhijab, tapi alhamdulillah masih diuji sama Allah lewat hal-hal sepele tapi mengguncang iman, setelah kita lewatin ujian itu, rasanya lega kok.
Aku pernah potong rambut di sebuah salon, aku buka jilbabku. Selama dipotong rambut itu, mbak-mbaknya memuji rambutku, dan menyayangkan aku buat menutup rambutku. Mbaknya pakai logat jawa, ngomongnya kayak kereta api, gak berhenti-berhenti, aku jadi kayak diintrogasi sama mbaknya. Waktu di salon itu pun kerasa lama banget, belum lagi denger ocehan mbaknya, aku sih senyum-senyum aja, bilang makasih kalau dapet pujian dan diem ketika mbak berlogat jawa kental itu dengan nggak sengaja menyarankanku buat enggak berhijab. Tapi seneng sih, soalnya aku biasa aja, gak muncul pikiran buat lepas hijab, alhamdulillah.
Waktu mpls, kebetulan kan itu hari pertamaku berhijab, kartu tanda pengenalku fotonya masih belum berhijab, temen satu kelompokku bilang,
"Liat dong papan kamu."
"Nih." aku mendekatkan tanda pengenalku ke arahnya.
"Di foto kok kamu belum pakai jilbab?"
"Aku baru pakai... Hari ini."
"Ooooh. Padahal bagusan nggak pakai loh."
Satu temen lain mengiyakan.
"Yaudah makasih ya." sambil cepat-cepat aku menarik fotoku.
Itu baru hari pertama dibilang gitu. Rasanya... Luar biasa.
"Tujuan kamu berhijab apa?"
Jawaban umumnya adalah untuk menutup aurat. Jadi gini, waktu kelas delapan, aku punya temen, panggil saja Mawar. :)) Enggak ding, inisialnya R. Dia udah memakai hijab waktu itu. Pas kita ngobrol-ngobrol dia tiba-tiba mainin rambutku, "Rambut kamu bagus, Yen." katanya. "Hah? Masa sih?" aku senyum aja. "Iya. Sayang, kalau rambut bagus mending ditutup." duar. Kalimat itu ternyata sukses bikin aku mikir buat pakai hijab. Iya juga, ya. Sesuatu yang bagus lebih baik dijaga, dan diperlihatkan kepada orang yang boleh aja. Hahaha makasih buat teman sekelasku dulu. :)
"Gimana ngerawat rambut setelah berhijab? Pakai shampo apa?"
Hahaha aku gak ada perawatan khusus kok, keramas aja rutin, cuma waktunya mungkin keramas pas sore, biar besok pas sekolah gak usah basah pas mau pakai jilbab. Pakai aja shampo yang biasa kalian pakai, soalnya cocok-cocokan sih ya.
Banyak yang takut kalau berhijab rambutnya jadi rontok atau apa lah, kembali ke kitanya lagi. Karena rambut kita ditutupin, bukan berarti gak di rawat, harus tetep dirawat ya! Bagusnya, rambut jadi gak kena sinar matahari langsung. Hindari penggunaan hair dryer, jangan sering pakai karena mau berhijab biar kering. Gak bagus buat rambut. Panashhhh.
Kalau di rumah mending rambutnya di urai, jangan diiket, apalagi kalau kita seharian pakai hijab, beri rambut kita waktu buat bernapas. Bener ih ini mah gak sotoy!
Oh iya satu tips lagi buat yang rambutnya rontok, kalau abis keramas jangan langsung sisiran, biarin aja. Hahaha kalian mungkin risih gara-gara gatel pengen sisiran, ntar aja sisiran pas udah kering! Aku juga kayak gitu soalnya. :)
Oh iya... Kalau mau, kalian gak usah kok pergi ke salon buat creambath, atau perawatan khusus. Aku aja kali pertama creambath itu kelas satu SMP haha, cuma sekali-sekalinya, enak sih kepala kita dipijetin, tapi aku bukan termasuk orang yang betah berlama-lama rambutku dimainin orang. *lah lah lah*
Oh iya fokus, ada cara gampang dan alami biar rambut kita bagus, pake kemiri yang dibakar, ini biar rambut kita item guys! Soalnya aku sempet frustasi kenapa rambutku warnanya gak item legam kayak cewek-cewek di iklan tv terus ya... Eh pas udah lama berjilbab ketauan deh, emang warna rambutku begitu dari akarnya-_-. Pakai lidah buaya, bukan lidah binatangnya langsung, tanemannya yo. Olesin aja ke rambut, ini biar rambutnya lebat, terbukti kok, coba aja di rumah. Terakhir, biar gak rontok, olesin pakai kulit semangka ke kulit kepala, terdengar aneh sih, katanya biar gak rontok, aku dikasih tahu temen mamahku, tapi aku belum pernah coba sih. Selamat mencoba guys!
Maaf ya jadi kesannya tips kecantikan, bukan kok, ini bukan beauty blog, bukan, berbagi aja hehe.
Pertanyaan kesepuluh
"Setelah berhijab jadi gak ada cowok yang deketin dong? Kan udah tertutup."
Walah. Menurutku enggak ngaruh sih. Tapi aku mendingan gak ada yang deketin, biasa aja gitu jadinya, kan tujuan kita berhijab juga buat menutup aurat biar gak mengundang. Aku juga sadar sih pakaian yang biasa aku pakai belum hijab yang sesungguhnya huhu, proses mbak, kalem. So, woles, jomblo gak menyedihkan kok, coba baca buku yang judulnya Triangle of Love, Aku, Kamu, dan Allah, warna cover bukunya biru, bagus tuh bukunya! Baca deh. Atau mau yang lucu, nonton aja channel skinnyindonesia24 yang judulnya Jomblo. :))
"Gimana caranya biar kita mantep buat berhijab tanpa lepas pakai?"
Wah, coba banyak baca buku tentang kewajiban berhijab, di internet juga banyak artikel gitu, terus ada juga kan perintahnya di Al-Qur'an, banyak bergaul dengan orang-orang soleh. Aku juga di sekolah alhamdulillah, temen-temenku rajin solat gitu, jadi aku kebawa rajin buat solat dhuha gitu. Terus buat yang baru pakai hijab, dan takut temen-temen kalian gak akan sedeket dulu, tenang aja, kita bakal dikasih temen-temen yang lebih baik kok. Abis itu, niatin aja karena Allah. Allah udah kasih kita banyak nikmat, sampe sekarang aku malah suka malu sama Allah gara-gara masih selalu merasa kurang haha, semetara rejekinya selalu ada aja. Nah, dengan berhijab anggap aja rasa terima kasih kita sama Allah, dan rasa sayang kita buat patuh sama perintah Allah, ini kan gak akan merugikan kita. Aku juga gak nyangka, kali pertama pakai jilbab, sampai sekarang gak pernah lepas pakai, walau dosa-dosa masih suka ada aja sih... Semoga adik-adikku semakin mantap buat berhijab ya!
Pernyataan keduabelas
"Kak, aku takut setelah berhijab aku terlihat gak cantik."
Enggak, sayang. Malah menurutku ya, orang yang gak pakai dan jadi pakai lebih terlihat cantik, gak tau kenapa, bukan omong kosong gara-gara orang berhijab biasanya bakal memuji orang yang baru berhijab, bukan, buktiin aja sendiri ah. Cape.
Cantik itu bukan sesuatu yang dilihat aja, bukan putih, bukan mancung, soalnya kedua kategori itu gak ada di aku sih kebetulan wakaka, aku biasa aja. Tapi kalau kita gak pede malah jadi bikin kita ciut, cantik orang berhijab ada di hatinya, cieelah, gak gombal, gak juga membela diri, tapi hijab jadi identitas kita sebagai perempuan muslim, sebagai tanda ketaatan kita sama Allah yooo. Jangan takut gak cantik, apalagi gak dapet jodoh, jodoh udah diatur Allah, mending atur urusan hidup aja kita mah haha.
Oh iya, wanita yang baik itu untuk laki-laki yang baik pula, begitu juga sebaliknya, pernah denger itu gak? Sering kak! Nah, dengan kita mulai menata diri, berubah jadi baik, insyaAllah, kita pun akan diberi yang terbaik sama Allah, daripada galau mending dari sekarang perbaiki diri untuk seseorang yang paling baik nanti, insyaAllah...
Karena... Sebrengsek-brengseknya laki-laki (maaf kasar, gak ada kata yang cocok lagi), ia akan mencari perempuan yang baik bagi anak-anaknya. Hahaha tuhkan jadi kultum. Maaf guys.
Kira-kira segitu dulu ya, teman-temanku yang baik hatinya (nada pak Mario Teguh) semoga kita selalu dalam pelindungan Allah SWT dengan pelindungan kita oleh hijab haha jadikan hijab kita sebagai tameng. :( ngaco ah aku bahas manfaatnya yang aku rasakan aja ya.
Setelah memakai hijab, kita jadi menghindari dosa-dosa orang yang sekiranya akan memandang kita kalau kita tidak menutup aurat, jadi gak ada orang iseng yang godain! Yeay! Abis itu, aku nonton di... Nama acaranya lupa, Oh iya Berita Islam Masa Kini! Sangat disarankan buat nonton ini, bagus acaranya, ada di trans tv, mainnya sebelum maghrib gitu, ngebahas banyak soal hukum-hukum islam biar kita banyak tau. Acaranya sejenis kayak Khazanah di trans 7 yang main pagi-pagi. Oh iya balik lagi.
Hijab melindungi kita dari sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit, melindungi rambut kita dari paparan sinar matahari langsung. Perempuan tuh kayak berlian kata mamahku, dijaganya susah, makanya, tutupi dengan hijab buat penangkal marabahaya, setelah doa (ini makin ngaco). So, jaga berlian itu supaya gak disentuh dan dilihat sembarangan orang, apalagi dicuri (jangan sampe). Aurat kita hanya untuk suami kita kelak, karena kalau sampai nanti kita punya suami dan belum berhijab, aurat kita masih milik rame-rame orang. Jadi, buat hal itu menjadi spesial yang hanya bisa suami kita aja yang lihat. Udah mulai suami-suamian aja nih maafin. Pokoknya gitu lah kurang lebih.
Kalau memang kebelet pengen pacaran, mending ntar aja pacarannya setelah menikah... Pacarannya sama suami (suami lagi aja) hahaha gak tau aku juga, bisa gak menjaganya sampai nanti, insyaAllah... Gak ada yang tahu ya, semoga kita terlindung dari fitnah-fitnah dunia dengan menghindari hal-hal yang dapat mengundang fitnah yo.
Sebenernya masih pengen ngoceh, cuma takut kepanjangan dan malah makin ngaco. Akhirnya aku membayar janjiku buat nulis tentang hal ini ya, buat adik-adik di ask.fmku tercinta yang udah request banyak tulisan buat dibikin, yang ini udah aku bayar ya, maaf kalau jauh dari ekspektasi kalian. Jangan malu buat curhat-curhat sama aku, semoga kalian makin mantap buat berhijab ya ayang-ayangku.
Kalau kalian masih belum puas, bisa nanya-nanya ke kolom ask.fmku di sebelah kiri blog ini. Haha udah kayak mamah dedeh aja nampung curhatan. InsyaAllah aku bales kok. Maaf juga yang gak aku bales, karena ada pertanyaan yang sama.
Udah ah cape mulut berbusa kayaknya, jari keriting lama-lama haha. Mari sebarkan kebaikan dari hal-hal paling kecil. Maaf kalau terkesan bahasaku menggurui, nggak bermaksud begitu kok. Aku cuma ingin berbagi pengalaman, semoga ada yang bisa diambil yooo. Kita saling mengingatkan aja, kalau ada yang salah, maaf maaf aja, bisa kasih saran, kasih makan juga boleh.
Dadah. Salam sayang. :)
Wassalamu'alaikum. :)
Komentar
Posting Komentar