Dunia Lain
Orang-orang mungkin akan menghabiskan liburan natal- tahun baru mereka ini dengan jalan-jalan ke luar kota, atau luar negeri, lalu ngeposting foto liburan mereka ke instagram dan bikin orang-orang yang membangkai di rumah nangis-nangis histeris. Betapa berkualitasnya liburan mereka, tapi aku gak akan kalah. Libur ini aku isi dengan ngulet di tempat tidur, selimutan, olahraga jempol dengan ganti-ganti channel tv, baca novel, dan ya, liatin kebahagiaan orang-orang yang lagi liburan lewat instagram.
Berkualitas banget, karena apa yang aku lakukan adalah sebuah investasi kegendutan yang sangat menjanjikan.
Liburan membuat jam tidur jadi acak-acakan, tidur malem banget, dan bangun siang bolong. Meski pun itu salah satu hal yang surga banget dari liburan, tapi kalau detik-detik menuju masuk kuliah dan jam tidur masih kayak gitu? Bukan gak mungkin kan bangun kesiangan dan kesiangan juga berangkat ke kampus, amit-amit. So, kemarin aku mencoba mengubah lagi jam tidurku biar normal. Pertama, pasang alarm dan sukses bangun subuh, sholat subuh dan gak tidur lagi. Garis bawahi. ENGGAK TIDUR LAGI. Sungguh ini sebuah pencapaian tertinggi dalam hidup di 2015 yang indah ini. Pagi-pagi aku minum kopi, btw. Dan itu cukup membantu buat gak ngantuk di jam-jam rawan ingin tidur lagi. Dan pagi itu aku sengaja enggak baca novel, karena seperti sebelum-sebelumnya, baca novel bikin mata jadi ngantuk, dan itu harus dihindari.
Sekitar pukul satu siang, hujan turun cukup deras, dan karena akhir-akhir ini hujan gak terlalu sering turun, rasanya gatel banget buat selimutan dan tidur siang. Awalnya aku mencoba buat enggak tidur, cuma selimutan aja, tapi emang hujan memperburuk keadaan, aku mengalah pada bisikan setan. "Ah, gapapa kali ya kalau tidur sejam doang." Dan tidur siang itu pun terjadi dengan rasa bersalah yang sebenernya menghantui.
Niat hati tidur cuma sejam dan bangun dengan cantik, realitanya adalah aku bangun jam empat sore. Sumpah nyesel banget, mengingat dari pagi tadi udah berusaha sekuat tenaga buat enggak tidur lagi biar malemnya bisa tidur lebih awal, dan ternyata digagalkan oleh tidur siang selama tiga jam yang tanpa disengaja. Kenapa ya Allah? KENAPA?! :(
Malemnya jam sepuluh udah ngantuk dan bahagia banget mendapati kenyataan itu, tapi karena mama yang suka jb jb nonton tv di kamar aku, dengan volume tv yang bikin orang bisa tuli seketika, akhirnya aku gagal tidur tepat jam sepuluh. Ketika jam sebelas, aku lihat mama udah ketiduran dengan tv yang masih berisik, karena rasa ngantuk udah lumayan bagus, aku akhirnya tidur aja, gak peduli sama tv juga mama yang tidur di kamar aku.
"Huuuuu huuuu huhu huuuuuhu." seketika jam satu malem suara orang nangis dan setengah meraung-raung sukses ngebangunin dengan rasa kaget gak ada dua. Aku bangun dan mendapati suara itu berasal dari tv yang suaranya gede. Aku langsung bangun dan ngomel ke mama, "Mama ih yeyen kaget, itu ada orang nangis di tv." Mama pun bangun karena emang denger suara nangis itu. "Yaudah mama tidur di sini aja." kata aku takut.
Kita berdua bangun dan nonton orang yang lagi kesurupan itu di acara uji nyali. "Kok ada dunia lain ya? Bukannya kemarin?" Mamaku bingung sendiri, maklum mama aku sering banget nonton beginian dan jadinya hafal jadwal tayangnya.
Lokasi uji nyalinya di sebuah rumah yang udah gak terpakai lagi di daerah Sukabumi. Mbak-mbak yang sukses ngebangunin aku tengah malem itu meraung-raung keras, dengan posisi merangkak dalam kegelapan dan gak lama presenter acara itu ngejemput korban kesurupan itu. Kalian tau Ali yang agak-agak arab yang suka main sinetron kan? Nah! Dia jadi presenternya, dan hal yang pertama muncul di pikiran aku adalah, kenapa presenter acara dunia lain HARUS botak, botak licin. Why? Itu menjadi sebuah misteri sepanjang aku hidup, mengingat acara ini emang udah lama ada dan aku masih inget presenter jaman dulunya namanya Hari Panca, dan ya, botak licin juga. Pokoknya aku pernah liat presenternya beberapa kali diganti dan semuanya botak licin. Kenapa sih? Apa tujuannya? Atau mungkin hantu lebih tertarik untuk datang karena ada orang botak? Atau cuma biar gak gerah aja? Atau biar hemat penerangan aja makanya dipotong sampe licin dan memang bener kalau ada kamera, kepala presenter itu jadi bikin silau kena lighting. Seperti lampu taman yang jalan-jalan. Sungguh ini sebuah misteri.
Kembali pada mbak-mbak kerudungan dengan jaket kulit hitam yang kesurupan. Ali yang gak aku sangka, dia mendatangi orang kesurupan itu dengan berani. Mereka sedikit berdialog dengan mbak-mbak itu yang bikin berisik karena terus meraung-raung. Serem. Matanya melotot dan beberapa kali merangkak mendekati Ali dan melotot. Nama jin yang masuk ke tubuh mbak itu adalah Ningsih, kayaknya dia merasa terganggu deh mengingat caranya menjawab dengan bahasa sunda kasar aing-sia sama Ali. Ali terus-menerus mengorek informasi tentang kehidupan makhluk halus itu.
A: "Anda biasanya mengganggu perempuan atau laki-laki?"
J(Jin): "AWEWE!" (perempuan)
A: "Kenapa anda lebih senang menganggu perempuan daripada laki-laki? Apakah perempuan lebih mudah diganggu?"
J: "Heeh!" (iya)
A: "Perempuan anak kecil, remaja, atau dewasa yang sering anda ganggu?"
J: "Dewasa."
A: "Yang sudah menikah atau yang belum?"
J: "Anu acan kawin!" (Yang belum menikah)
A: "Kenapa anda mengganggu perempuan yang belum menikah? Apakah lebih mudah?"
J: *ngangguk*
A: "Jadi begini, saya mendengar kalau seorang jin ada yang punya tugas untuk mengganggu manusia dan membuat manusia itu bercerai, apabila jin ini berhasil membuat manusia itu bercerai, jin ini akan diberi mahkota, benar?"
J: "Heeh!"
A: "Berarti sekarang anda tidak memakai mahkota?"
J: "Kunaon sia tatanya?!" (Kenapa kamu nanya-nanya?!)
A: "Ya baik. Anda di sini bersama teman-teman anda?"
J: "Heeh! Lobaan!" (Iya banyakan)
A: "Bisa tunjukkan salah satunya? Juga bentuk rupanya?"
J: *nunjuk ke arah tangga atas* jangkung gede. (Tinggi besar)
A: "Dia laki-laki?"
J: "Heeh lalaki!" (Iya laki-laki)
A: "Sebenarnya anda lebih suka berteman dengan laki-laki atau perempuan?"
J: "Lalaki!"
A: "Kenapa?"
J: "Resep we aing!" (Suka aja)
Omg! Hal yang bikin aku kaget adalah ternyata jin kayak manusia juga, punya rasa suka sama lawan jenis. Jadi ngebayangin gimana kehidupan mereka. Hiiiiiiii. Akhirnya jin bernama ningsih itu dikeluarin, dan mbak-mbak itu ditanya setelah kesadarannya pulih. "Apa yang tadi anda rasakan?", "Tadi saya merasa pundak saya panas dan pusing." OKE. GAGAL.
Selanjutnya. Ini cowok. Ketika lampu dimatiin, dia cuma bilang "Assalamu'alaikum." dan mengucapkan beberapa doa. Dia cuma keliling sekali dan tiba-tiba dia bilang, "Saya merasa pundak saya berat sekali, berat sekali! Sekarang saya merasa pusing." dan detik berikutnya dia jatuh pingsan dan sukses kesurupan. Padahal baru banget masuk. :(
Crew pada balik lagi dan acara tanya jawab sama jin kembali dilakukan.
A: "Siapa nama anda?"
J: "Jogrog!"
A: "Anda biasanya mengganggu perempuan atau laki-laki?"
J: "Awewe!"
Sontak jawaban jin itu bikin aku menciut, karena aku perempuan dan berarti jin kebanyakan ganggu perempuan. Sedih ih gak adil.
A: "Mengapa anda lebih suka mengganggu perempuan?"
J: "Awewe mah lewih gampang kosong, lewih gampang dipangaruhan! (Perempuan lebih mudah kosong pikirannya dan lebih mudah dipengaruhi)
A: "Anda mengganggu perempuan yang sudah menikah atau belum?"
J: "Nu geus kawin nepi ka peugat!" (Yang sudah menikah sampai bercerai)
A: "Apakah anda pernah berhasil membuat manusia bercerai?"
J: *ngangguk*
A: "Berarti anda sekarang memakai mahkota?"
J: "Heeuh mahkota ti putri." (Mahkota dari putri).
A: "Biasanya anda mengganggu perempuan saat seperti apa? Apa ketika permpuan itu bangun tidur atau bagaimana?"
J: "Mimiti si awewe rek sare." (Dari sebelum perempuan itu tidur)
Kaget. Serem ya. Pantes aja suka susah bangun, itu ternyata bukan sepenuhnya kesalahan manusia, tapi karena belenggu jin! *ngeles* Mama tiba-tiba bilang, "Tuh yen, kalau mau tidur tuh baca doa dulu." mama sukses bikin makin parno.
A: "Biasanya hal apa yang anda lakukan agar manusia bercerai?"
J: (Perempuan dibikin gampang suka sama laki-laki lain, gampang berselingkuh) *pokoknya jinnya bilang kayak gitu pake bahasa sunda tapi lupa bahasa sundanya kayak gimana*
A: "Apakah jaman sekarang membuat manusia bercerai lebih mudah?"
J: *ngangguk*
Lagi. Dinetralisir sama ustadz dan peserta ini GAGAL.
Peserta selanjutnya cewek dan cantik banget, pake make up berikut softlens. Sumpah ya ke acara kayak gini masih sempet dandan:( ga ngerti. Tapi doi gak kerasukan, doi sukses bikin tv berisik gara-gara selama uji nyali dia nangis kenceng banget manggil-manggil mama. Hm, mungkin karena cewek ini cantik jadi hantu enggak tega buat masuk ke tubuhnya? Atau karena dia berisik nangis terus bikin jin-jinnya males. Patut dicoba. Kalau gak pengen kerasukan caranya adalah, NANGIS SEKENCENG-KENCENGNYA DAN SEBERISIK-BERISIKNYA. Buatlah diri kalian se annoying mungkin.
Berhubung peserta uji nyalinya banyak banget, aku bakal cerita lebih ringkas ya, berhubung agak-agak lupa juga urutannya.
Peserta selanjutnya cowok, kurus kering dan pokoknya belum apa-apa udah minta dikasihanin gitu deh mukanya. Belum apa-apa, udah kesurupan. Pas kesurupan itu, dia merangkak sambil megangin kaki sebelah kirinya. Ternyata dia adalah korban mutilasi, dan yang tertinggal di bangunan tua itu cuma kakinya aja, katanya dia pengin nyari bagian tubuh dia yang lainnya dan dia curhat sama ustadznya ingin disempurnakan matinya. "Ma, maksudnya disempurnakan tuh digimanain?" Mama jawab, "Ya matinya disempurnakan, didoain, dicari bagian tubuh lainnya, dikuburin dengan selayaknya orang meninggal, biar enggak mati penasaran dan gak gentayangan." gitu sih kata mama aku. Awalnya aku percaya gak percaya sama adanya makhluk halus yang suka ganggu soalnya ada yang bilang, mereka tuh gak ada soalnya habis mati yaudah mereka tuh gak akan ada lagi di dunia manusia. Tapi ternyata fakta ini terlalu meyakinkan buat disangkal, bahwa jin-jin yang suka ganggu manusia ini emang bener-bener ada, mereka-mereka ini adalah orang yang matinya enggak sempurna jadinya gentayangan deh. Sedih juga ya dipikir-pikir, nonton masih dunia lain jadinya dengerin makhluk halus pada curhat:( Ohiya jin-jin itu tuh umurnya bisa mencapai 300-400 tahun (ini sumbernya dari makhluk halus yang masuk ke tubuh orang, beneran).
Ada juga cewek yang badannya agak subur, matanya belo dan sukses bikin keadaan makin serem. Dia merangkak dengan lengan yang melengkung mengerikan gitu deh, dan gak jarang dia meraung-raung ke si presenter. Dan aku tau tanda-tanda orang yang bakal dimasukin makhluk halus, yaitu mereka yang katanya kotor atau gak bersih, mungkin maksudnya cewek yang lagi halangan kali ya, ga tau deh, juga orang-orang yang pikirannya kosong dan mereka akan susah masuk ke orang yang imannya kuat. Ciri-ciri orang yang kerasukan biasanya awalnya dia bilang pundaknya sakit, pundaknya panas, pundaknya berat, kepalanya pusing, mual. Karena setiap kali si peserta ngeluh kayak gitu, detik berikutnya mereka jatuh dan sukses kesurupan.
Ada juga cewek yang dimasukin sama makhluk halus yang kerjaannya cuma nangis aja, bikin presenter bingung dan akhirnya gak dapet info apa-apa. Katanya makhluk itu disuruh masuk sama Putri, jadi Putri ini tuh ratunya dari mereka, orang yang nyuruh-nyuruh budak-budaknya, nah makhluk halus yang nangis terus ini terpaksa masuk karena disuruh ratunya, anehnya lagi jin ini nangis sambil nutupin dirinya soalnya katanya dia takut lagi diliatin sama ratunya yang tinggi besar. Bingung ya:( ternyata jin bisa takut sama sesama mereka.
Ada juga peserta cowok yang beranian pokoknya, keliling sana-sini sampe ada suara di tangga pun malah dia datengin, lama banget dia baca-baca doa sambil ngelus dadanya kenceng banget dan bikin tv berisik, soalnya di dadanya itu kan ada clip on nempel:( pokoknya cowok ini rusuh banget deh berisik. Aku kira peserta ini bakal berhasil, soalnya udah lama banget, sampe dia sembunyi-sembunyi di pojokan gitu. Eh taunya dia bilang, "Saya mulai pusing ya pemirsa, pundak saya terasa berat sekali dan rasanya mual sekali pemirsa." kesurupan dah. Jin yang masuk ke dalam tubuh cowok ini adalah siluman, bisa dilihat dari gerak-gerik tubuhnya yang merangkak sambil sesekali mukul-mukul dadanya kayak gorila. Sebenernya dia gak sengaja masuk ke tubuh si cowok ini katanya, dan dia bilang kalau dia dan teman-temannya sangat terganggu dengan kehadiran uji nyali ini. Pokoknya presenter ini sukses dimarah-marahin si siluman dan pokoknya dia aktif banget deh sampe crewnya ngejar-ngejar dia dan nahan dia biar gak keluar. Ini jadi kayak acara menjinakan binatang deh sumpah.
Peserta terakhir cewek, berhasil, dia ngoceh terus baca doa pokoknya berisik sampe dia curhat, "Ya Allah haus banget jojorowokan." Maksudnya teriak-teriak. Jadi kuncinya mungkin dengan banyak ngomong, jangan sampe kosong, walau sebenernya si cewek ini doa-doanya ngaco banget mungkin karena saking gemeterannya.
Ya serem bangetlah pokoknya, makhluk halusnya katanya mempermainkan mereka, soalnya kan kita pengin dapet informasi tapi mereka dengan sengaja masukin tubuh orang sama makhluk halus yang gak penting dan gak bisa diambil informasinya. Ya, akhirnya informasi yang lebih mendalam itu gak didapet deh sampe jam tiga pagi itu. Pinter juga ya ternyata jin-jin itu, suka ngebohong pula. Katanya kalau jin yang ngejailin manusia dan gak sengaja keliatan wujudnya sama manusia, berarti mereka apes. Terus ada juga peserta yang bilang dia lihat perempuan pake baju merah. Macem-macem banget deh, ini ngebuktiin kalau jin di tempat itu tuh emang banyak banget, terbukti dari makhluk yang masuk ke tubuh orangnya beda-beda. Terus kata jinnya, satu manusia tuh bisa ditempelin sampe 100 jin gitu, ngeri ya.
Dan setiap jin tuh tugasnya beda-beda, ada yang ngeganggu orang-orang yang sukses, that's why kenapa orang sukses banyak yang sombong dan jadi lupa sama Allah, karena memang benar ada jin yang punya tugas menghasut kayak gitu. Ada juga jin yang tugasnya nakut-nakutin, misalnya menampakan diri gitu. Seremnya lagi, ada satu peserta yang kata presenternya, saya tadi liat kaki kamu ditarik sama mereka dan peserta itu bilang iya. Pokoknya presenter dunia lain ini gak bisa diremehin deh, keren parah, dia bisa baca dan bisa lihat gitu. Aku kira presenter kayak gitu cuma bisa nanya-nanya doang, eh taunya lebih canggih.
Akhirnya aku tidur jam tiga dan acara ingin memperbaiki jam tidur gagal total. Terima kasih masih dunia lain:( *nada pasien klinik tong fang*
Komentar
Posting Komentar