Tukang Parkir
![]() |
| Gak tau kenapa pengen pake foto ini, gaul abis. |
Entah gimana, tukang parkir emang
bener-bener keren. Salut. Apalagi tukang parkir indomaret. Pas kita dateng, dia
gak ada. Pas kita mau pulang, tiba-tiba aja dia udah stand by. Sumpah itu keren
banget. Mungkin setiap kali ada yang mau parkir dia sengaja ngumpet biar pas
pulang jadinya surprise. Atau lebih canggih lagi, dia punya kemampuan
menghilang kayak di film-film, ih keren kan? Jadi mungkin uang parkir yang kita
keluarin, dia kumpulin buat balik modal berguru jurus menghilang. Semua bisa
terjadi di dunia ini bila Pencipta menghendaki, bukan? Oke, cukup untuk opening
yang ngalor ngidul ini. Aku mau bahas tentang tukang parkir, seseorang yang
mungkin sering kita sepelekan pekerjaannya. Sering kita anggap gak penting.
Monggo dibaca.
Sering kita memandang sebelah
mata sama pekerjaan-pekerjaan yang biasa aja, misalnya tukang parkir. Padahal
dia udah menjaga motor kita dengan sepenuh hati, tanpa mengeluh, setia, lebih
setia dari pacar, tapi apa yang kita lakukan? APA? Ya aku juga gak tau apa.
Boro-boro buat sekedar bilang “makasih”, kadang untuk ngasih uang sambil senyum
pun kita jarang- atau mungkin gak pernah. Kita ngasih duit tapi liat mukanya
aja enggak. Hebat banget kan jadi tukang parkir? Meski kita jutekin, kita
abaikan, mereka tetep bertahan jadi tukang parkir, meski tau setiap harinya
bakal diabaikan kayak gitu. Hatinya kuat seperti baja, coba kalau tukang
parkirnya pundungan, kan nanti pas sesi kita pulang dan ngasih uang, dia bakal
ada acara sedih-sedihan kalau kita jutekin.
Mungkin kita sering banget ngomel,
setiap parkir sedikitnya kita mengeluarkan uang duaribu rupiah untuk satu
tempat. Bayangkan kalau dalam sehari kita dateng ke sepuluh tempat berbeda.
Totoslah kita lama-lama hanya dengan parkir. Ujung-ujungnya, tukang parkir
membentuk karakter itungan dalam diri kita.
Tukang parkir oh tukang parkir,
karena aku akhir-akhir ini sering banget main dan kebetulan nebeng temen,
kebetulan juga satu hari itu pergi ke banyak tempat. Dari situ aku belajar hal
berharga, terlepas dari pemorotan tukang parkir itu sendiri.
Memang iya, pekerjaannya sepele, cuma
nungguin lahan parkir. Memang iya, dia bisa melakukan pekerjaan itu mungkin
sambil ngupil, saking santainya. Tapi jangan salah, sebagai tukang parkir
berarti dia mempunyai tanggung jawab besar atas apa yang dititipkan. Coba
bayangkan kalau misal kita parkir tapi gak dijagain? Apalagi sekarang ini
adaaaa aja akal dari orang-orang jahat buat curi motor, bahkan barang-barang
yang ada di dalem mobil. COBA KALIAN BAYANGKAN! BETAPA BERUNTUNGNYA DI DUNIA
INI DICIPTAKAN MAKHLUK BERHATI LEMBUT SEPERTI TUKANG PARKIR. COBA BAYANGKAN.
Yaudah bayangin aja, udah. Tukang parkir juga gak cuma nunggu doang, kadang ada beberapa yang suka bantuin ngeluarin motor, nyeberangin, baik banget ya, suka terharu aku mah. Kadang juga ada tukang parkir yang cuek-cuek aja, kalau udah dikasih uang dia ngilang lagi.
Jadi, kita belajar kalau hal yang kita anggap sepele
bisa jadi sesuatu yang sangat membantu, tanpa kita sadari. Se-sepele-sepele-nya
pekerjaan, sebenernya ada sesuatu yang sulit dilakukan, tanggung jawab misalnya
dan menjaga kepercayaan. Itu poinnya. Keren banget postingan aku kali ini,
0,000001 persen lebih berbobot dari postingan-postingan lainnya.
Tukang parkir juga mengajarkan
kita untuk menjaga, tanpa ada keegoisan ingin memiliki. SEDAAAAAAAP. Dia
menjaga kepercayaan orang banyak dan bertanggung jawab atas apa yang dijaganya,
capek pasti, tapi mereka ikhlas ketika apa yang dijaganya diambil oleh
pemiliknya. Karena sesungguhnya apa yang kita miliki sekarang sama kayak
kendaraan yang dijaga sama tukang parkir, HANYA TITIPAN DAN SEMUA AKAN DIAMBIL
PEMILIKNYA, YANG HARUS KITA LAKUKAN ADALAH MENJAGA DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS
APA YANG DIAMANAHKAN. *Keprok atuh sis *
Lihat kan? Dari hal kayak gini
aja kita bisa dapet pelajaran berharga. Jangan sampai karena misal nasib kita
lebih beruntung dari mereka, membuat kita bisa seenaknya. Karena sopan atau hal
semacamnya layak diberikan ke siapa aja, gak usah pilih-pilih. Aku suka sebel
sama orang yang seenaknya sama pelayan di restoran misalnya, dan orang itu
bilang, “gapapa, udah tugasnya, kan kita bayar.” Songong banget.
Semoga dunia perparkiran di kota
ini semakin maju, ya. Misalnya tukang parkirnya bisa seganteng Adam Levine. Engga
deng, becanda. HAHAHA.
Dear mang parkir, makasih mang
telah dengan tulus hati menjaga kendaraan kami, kalau bisa hati kami juga
dijagain *ratapan jombs*. Makasih mang, karena adanya mang parkir, hidup kami
lebih berwarna, setidaknya setiap parkir kita dikasih surprise atas kehadiran
mang yang tiba-tiba ketika kami akan pulang, sungguh mang, bahagia da dikasih
surprise teh.
Yaudah ah segitu aja. Bye bye.

Aku terharu dan menangis membacanya. Memang benar sekali, tapi bagi aku tukang parkir adalah seorang pahlawan yang menjaga apa yang telah dititipkan dan diamanahkan kepadanya. Dia bertanggung jawab dan tidak mudah di suap. Mungkin tukang parkir bisa di rekomendasikan menjadi anggota legislatif atau menjadi bagian dari orang-orang yang mewakili rakyat.
BalasHapusAku suka postnya tetapi lebih suka yang ngepostnya :*
Widi gusti ih jangan alay deh:(( istighfar.
BalasHapus