Perjalanan Panjang
Selamat malam, Sayang.
Aku tau, perjalanan panjang kita tidak mungkin akan selalu baik-baik saja. Selama mengemudikan kapal kita di tengah lautan, tidak mungkin tidak ada angin atau badai. Cuaca tidak selalu cerah seperti yang diharapkan. Hujan akan tetap turun meskipun mungkin kita membencinya. Badai akan tetap menerpa meskipun kita mati-matian berdoa menolak kehadirannya. Semuanya akan terjadi, tak mungkin selalu ada dalam kendali. Tetap kemudikan kapalnya, meski kamu tau semuanya tidak selalu baik-baik saja.
Sayang,
Maafkan aku atas isi kepalaku, ingar bingar di dalam sana yang selalu harus kamu redam. Semua tidak setujuku yang membuat kita melalui banyak perdebatan hebat. Semua alasan-alasan di kepalaku yang membuat isi kepala kita tidak bisa disatukan. Ternyata memang sulit berada dalam satu kapal menuju satu tujuan dengan dua isi kepala yang berbeda.
Terima kasih untuk selalu menggenggam tanganku erat setiap kali kita menemui badai. Pada perjalanan panjang ini, aku mengerti, kalau menerima adalah suatu jalan yang kita butuhkan. Aku menerimamu, seperti kamu yang selalu menerimaku. Mari kemudikan kapal kita di lautan luas yang tidak pernah ada ujungnya ini.
Komentar
Posting Komentar