Kembang Api
Setiap peristiwa sesungguhnya seperti kembang api, tidak akan kekal, semuanya akan menjadi kenangan. Dulu menyala-nyala, menyenangkan. Masih kuingat pantulan binar kembang api di kedua matanya, kuingat senyumnya, kuingat hangatnya kenangan yang kini berubah menjadi gigil. Masih kuingat bagaimana aku ingin kembang api itu terus menyala, tapi sekuat tenaga ku pertahankan, seiring waktu, bara api membakarnya habis hingga padam. Memang tidak ada selamanya, semua bergerak pada roda waktunya masing-masing. Mengapa harus bersedih? Hidup kan bukan hanya tentang senang, gembira, riuh, bahagia. Akan ada masa dimana porsi sedih dan hampa mau tidak mau harus kita telan.
Semestinya kita tidak meminta bahagia terus menerus, tetapi kita mesti tahu bagaimana caranya berdansa di atas kesedihan. Karena hidup tidak melulu semarak, menyala-nyala seperti kembang api, tidak ada selamanya bahagia, pula kesedihan. Akan ada masa dimana ketika kembang api kita telah padam, kita nikmati hampa yang tertinggal dari riuh yang sebelumnya menyenangkan. Karena tentu kita berharap, suatu saat kita punya kembang api baru untuk kita nyalakan

Komentar
Posting Komentar